Jumat, 07 Januari 2011

NYERI





1.      PENGERTIAN NYERI
Nyeri adalah perasaan tak nyaman dan sensasi yang sangat individual yang tidak dapat dibagi dengan orang lain
Nyeri adalah sensori yang tidak nyaman dan pengalaman emosi yang dihubungkan dengan luka nyata atau potensial atau digambarkan dalam bentuk luka (IASP/International Association for the Study of Pain, 1979)
Nyeri adalah apapun yang dikatakan seseorang yang dialaminya, ada kapanpun seseorang mengatakannya (McCaffery, 1979)
Nyeri merupakan fenomena yang dipengaruhi oleh interaksi faktor-faktor affective (emosional), behavior, cognitive, dan physiologic-sensory.
Definisi keperawatan tentang nyeri adalah sensasi apapun yang menyakitkan tubuh yang dikatakan oleh individu yang mengalaminya, yang ada kapanpun individu mengatakannya.

2.      MACAM-MACAM NYERI
a.       Nyeri Akut
Nyeri yang berlangsung hanya selama periode penyembuhan yang diharapkan
b.      Nyeri Kronik
Berlangsung selama proses penyembuhan dan biasanya dalam periode 6 bulan
Perbedaan Nyeri Akut dengan Nyeri Kronik
NYERI AKUT
NYERI KRONIK
Ringan sampai berat
Ringan sampai berat
Respon sistem syaraf Symphatic:
ü  Nadi meningkat
ü  Pernafasan meningkat
ü  Peningkatan tekanan darah
ü  Diaphoresis
ü  Dilatasi pupil
Respon sistem syaraf Parasymphatic:
ü  Tanda-tanda vital normal
ü  Kulit kering, hangat
ü  Pupil normal atau dilatasi
Berhubungan dengan luka jaringan; hilang dengan penyembuhan
Penyembuhan berlangsung lama
Klien tampak gelisah dan cemas
Klien tampak depresi dan menarik diri
Klien melaporkan nyeri
Klien sering tidak menyatakan nyeri tanpa ditanya
Klien memperlihatkan perilaku yang mengindikasikan nyeri: menangis, menggaruk atau memegang area
Perilaku nyeri tidak ada

3.      RENTANG DAN SKALA INTENSITAS NYERI
Skala Intensitas Numerik
    0     1    2    3    4    5    6    7    8    9    10

Skala Intensitas Deskriptif Sederhana
 
 4.      MANAJEMEN NYERI
a.       Farmakologis
Kolaborasi dengan dokter, obat-obatan analgesia, narkotik cute oral atau parenteral ( IM, IV, SC ) untuk mengurangi nyeri secara cepat
b.      Non Farmakologis
1)      Stimulasi dan pijatan
Pasien jauh lebih nyaman karena otot relaksasi, sensasi tidak nyeri memblokir menurunkan transmisi nyeri, menggosok kulit, punggung, bahu.
2)      Kompres Es dan Panas
·         Es : menurunkan prostaglandin, sensitivitas reseptor nyeri kuat,  menghambat inflamasi
    • Panas : melancarkan aliran darah, nyeri berkurang
3)      Distraksi
Suatu metode yang digunakan untuk menghilangkan nyeri dengan cara mengalihkan perhatian pasien pada hal - hal lain sehingga pasien akan lupa terhadap nyeri yang di alami.
Trik-trik :
ü  Memfokuskan sesuatu selain nyeri
ü  Persepsi nyeri berkurang
ü  Melihat film, musik, kunjungan teman–teman atau keluarga, permainan, aktivitas tertentu (misal : catur)
Beberapa teknik distraksi :
F Bernafas secara pelan – pelan, massase sambil menarik nafas pelan–pelan, mendengarkan lagu, sambil menepuk – nepukkan jari/kaki.
F Membayangkan hal – hal yang indah sambil menutup mata
F Menonton TV atau acara kegemaran
4)      Relaksasi
F Ketegangan otot berkurang, nafas abdomen, frekuensi lambat, berirama
F Pejamkan mata, bernafas perlahan teratur konstan
F Menghitung dalam hati saat udara masuk dan keluar
F Perlu latihan dulu.
5)      Imajinasi Terbimbing
F Membayangkan setiap energi dalam menarik nafas adalah energi kesembuhan.
F Bayangkan saat mengeluarkan nafas, nyeri keluar dan tegang berkurang.
F Sebagai tambahan dari bentuk pengobatan.




DAFTAR PUSTAKA

Bagian Obstetri dan Ginekologi FK Unpad Bandung. (2000). Obstetri Fisiology. Bandung : Elemen.
Carpenitto, Lynda Juall. (2000). Buku Saku Diagnosa Keperawatan. Alih bahasa : Monica Ester, Edisi 8. EGC : Jakarta.
Doengoes, Marilynn E. (2001). Rencana Perawatan Maternal / Bayi Edisi 2. Jakarta : EGC.
G.W Garland and Joan M.E, 1999, Quickly Obstetric and ginekology of Nurses, English University Press, London
Haen Forer. (1999). Perawatan Maternitas Edisi 2. Jakarta : EGC.
Hinchliff, Sue. (1996). Kamus Keperawatan. Edisi; 17. EGC : Jakarta
Manuaba. (2001). Kapita Selekta  Penatalaksanaan Rutin Obstetri Ginekologi dan KB. Jakarta : EGC.
Muchtar Rustam. (1998). Sinopsis Obstetri Fisiologi Obstetri Patologi Edisi: 2. Jakarta : EGC.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar